Tendangan MautDan tendangan itu sukses mendarat di pintu samping sebelah kiri sebuah taxi. Selamat anda telah menambah daftar penyebab kemacetan di kota ini :) . Kejadian tersebut terjadi tepatnya kemarin sore saat gw pulang kerja lewat Thamrin. Pertama gw salut sama bapak yg satu ini, karena barang bawaan-nya cukup banyak dan disaat peak hour seperti itu, hari jumat disaat orang pada pulang kerja fyuch…gw aja yang sendirian, kepala ini rasanya udah cenut-cenut.

Heavy Load BikeSeperti kebanyakan orang, beliau terkesan buru-buru mengendarai motornya, dan rupanya di sayap kanan muncul sebuah taksi yg mencoba menyeruak kedalam kemacetan, rebutan jalur akhirnya tidak ter-elakkan terutama antara bapak yang tadi dengan taxi tersebut. Hmm…makin panas aja nih pikir gw. Tidak berselang beberapa lama tepat didepan gw, terdengar suara bruak!!! *spontan langsung minggir trus minum teh botol*. Rupanya bapak tersebut sudah tidak bisa menahan lagi amarahnya atas tindakan intimidasi yang dilakukan oleh oknum taxi tersebut. Weh weh weh….awalnya jalanan yang sudah penuh sesak jadi tuambahhh sesak lagi karena kejadian tersebut. Kejadian-kejadian tersebut sudah sangat lumrah terjadi di kota ini, sikut-menyikut, senggol-menyenggol, srempet-menyerempet bahkan potong-memotong yang seharusnya merupakan salah satu mata pelajaran kesenian di sekolah gw dulu, diimplementasikan dengan sukses di jalanan terutama oleh motorcyclist maupun kopaja-ist.


Gw jadi terngiang dengan beberapa peribahasa teman-teman, seperti :
ini jakarta bung“; “dunia itu kejam anak muda“; “LO LO GW GW, muke lo pa**at gw
Dan masih banyak lagi peribahasa-peribahasa yang lain, tapi peribahasa yang terakhir lebih terdengar seperti ungkapan kekecewaan yang menyayat dan meledak-ledak. Aniway..back to topic…gw ga menyangkal kalau gw sendiri pernah merasakan perasaan terintimidasi seperti bapak tadi, bahkan dalam taraf instensitas yang lebih sering terutama di jalanan. Kalau gw sih cukup blipping, pull the clutch and open gas very wide. ngeng!!ngeng!!ngeennggg..!!ngacir deh gw…xixixi…

Pernah baca di suatu milis, bahwa turun di jalanan pun ada rumusnya *korek-korek rumus dulu*. Title-nya kira-kira seperti ini :
Rumus Tabrakan
===============
Di luar persoalan nasib, tabrakan ternyata memiliki rumusnya sendiri. Jika rumus itu digunakan, seseorang bisa mengaturnya sendiri, kapan ia butuh bertabrakan dan kapan tidak. Jadi mengalah dan menyerobot hanyalah persoalan kerja sama saja. Siapa yang akan mengambil haknya lebih dulu, pihak lain tinggal melaksanakan kewajibannya. Jika pihak lawan sedang mengambil hak nekatnya, kewajiban kita adalah mengalah. Terus jika keduanya memutuskan mengambil hak nekatnya dalam waktu bersamaan? “Lha itu nasib”, jawabnya. “Jika sudah menyangkut nasib, ya sudah”, tambahnya.

Ada handycraft, ada heartycraft. Kerajinan hati inilah yang kemudian menjadi nilai termahalnya. Tak ada masalah yang terlalu rumit karena semua masalah terlihat sebagai mudah. Tak ada masalah besar karena semua yang besar bisa dibuat kecil. Ini tentu berbeda dari hobi kita yang sering memperbesar masalah kecil menjadi besar.

Cuma karena dipelototi sesama pengemudi harus saling menghentikan kendaraannya dan membuat klarifikasi; “Sudah salah, melotot pula!”
sembur kita.Begitu marah kita terhadap orang yang salah sambil melotot ini. Karena di benak kita, pihak yang salah itu adalah pihak yang otomatis tidak boleh melotot. Padahal mata itu adalah matanya sendiri. Dan siapa yang menjamin bahwa manusia adalah benda otomatis? Takada.
Toh nyatanya ada jenis manusia yang bukan cuma tak malu pada kejahatannya melainkan malah menganggapnya sebagai prestasi.
Jika tak percaya silakan Anda cari sendiri.

Monkey SlapKurang lebih seperti itu pesan moral-nya, dan artikel-artikel seperti ini yang sering membuat kita merasa ditampar oleh diri sendiri *plakk!!!* bahkan oleh seekor monyet sekalipun. xixixixix….
Last…belajarlah mengendalikan diri dan menghargai orang lain, sebatas apa orang itu bisa dihargai tentu ada batas-batasnya. “Anda sopan, kami segan“. Cheeerrrs…

Tags: , , ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>